0 0
Mengapa My Hero Academia: Vigilantes Membuat Koichi Lebih Meyakinkan Dari Deku
Categories: Sinopsis & Cerita

Mengapa My Hero Academia: Vigilantes Membuat Koichi Lebih Meyakinkan Dari Deku

Read Time:2 Minute, 58 Second

animeflv.com.co – My Hero Academia: Vigilantes sering dibahas sebagai seri pendamping saja, seolah sekadar pelengkap petualangan Deku. Namun, semakin jauh cerita berjalan, semakin jelas bahwa Koichi Haimawari tampil sebagai kandidat penerus ideal Izuku Midoriya. Bukan hanya karena kekuatannya berkembang pesat, tetapi juga karena cara ia memahami makna menjadi pahlawan di dunia My Hero Academia: Vigilantes.

Melalui kacamata Koichi, My Hero Academia: Vigilantes memperlihatkan sisi kumuh kota, celah hukum, serta orang biasa yang berusaha menegakkan keadilan tanpa lisensi resmi. Di titik ini, perjalanan Koichi terasa justru lebih dekat dengan konsep pahlawan ala All Might, dibanding banyak siswa resmi U.A. Kombinasi perkembangan quirk, etos kerja, serta kerendahan hati membuatnya tampak sebagai versi alternatif Deku yang lebih membumi.

Koichi Haimawari, Cermin Alternatif Perjalanan Deku

Di awal My Hero Academia: Vigilantes, Koichi bukan figur heroik karismatik. Ia hanyalah pemuda biasa yang menggunakan quirk sederhana bernama Slide and Glide untuk hal sepele. Cara ia meluncur di sepanjang lantai, dinding, serta permukaan lain tampak seperti kekuatan kelas bawah. Namun, seri ini justru memakai titik lemah itu untuk merajut transformasi karakter luar biasa. Penonton diajak mengikuti proses mentah seorang pemula menjelma pejuang jalanan.

Jika Deku mendapatkan One For All sebagai warisan resmi, Koichi memperoleh identitas heroiknya lewat kebutuhan kota. Ia tidak masuk akademi ternama, tidak punya guru profesional sejak awal, bahkan tidak memimpikan ketenaran. Ia hanya melihat ketidakadilan lalu memutuskan bergerak, meski berstatus ilegal. Di sini, My Hero Academia: Vigilantes menunjukkan sisi lain dunia pahlawan. Kekacauan tidak selalu menunggu izin pemerintah sebelum terjadi.

Kemiripan paling kuat antara Koichi serta Deku terletak pada sifat mereka. Keduanya pengamat teliti, cepat menganalisis quirk lawan, lalu memanfaatkan kelemahan. Bedanya, Deku punya akses fasilitas, dukungan guru kelas dunia. Koichi bertahan dengan akal, koneksi komunitas, serta latihan liar. Justru keterbatasan ini menciptakan nuansa perjuangan keras yang kontras namun saling melengkapi seri utama.

Evolusi Quirk: Dari “Receh” Menjadi Senjata Serius

Salah satu poin paling menarik My Hero Academia: Vigilantes berada pada evolusi quirk Koichi. Slide and Glide awalnya tampak defensif saja. Ia sekadar meluncur cepat guna menghindar atau bergerak melarikan diri. Namun, seiring cerita bergerak, teknik ini berkembang menjadi senjata. Koichi mempelajari sudut luncur, momentum, gaya gesek, bahkan pemanfaatan lingkungan perkotaan, sehingga quirk ringkas itu berubah menjadi sistem gerak total.

Jika Deku menganalisis gerakan All Might untuk mengoptimalkan One For All, Koichi menganalisis kota. Setiap gang, atap, rel kereta, hingga papan reklame menjadi jalur. Ia belajar memposisikan diri tepat di titik strategis, membantu warga, sekaligus mengacaukan kriminal. My Hero Academia: Vigilantes berhasil mengubah kekuatan yang terlihat biasa saja menjadi alat mobilitas, pertahanan, serta serangan kreatif. Di sini, potensi quirk kecil menjadi terasa relevan bagi dunia lengkung pahlawan.

Pada fase lebih lanjut, Slide and Glide bahkan mampu menciptakan tekanan udara serta serangan jarak jauh. Koichi mencapai tahap di mana kontrol kecepatannya membuatnya mampu menyelamatkan banyak orang sekaligus, mirip simbol perdamaian berskala kecil. Transformasi suatu kekuatan “kelas bawah” menjadi aset kota menunjukkan bahwa konsep kekuatan besar tidak selalu bergantung pada angka power. Strategi, konsistensi, serta keberanian Koichi akhirnya mengisi celah yang tidak sempat digarap Deku di seri utama.

Pahlawan Jalanan Sebagai Kritik Halus Sistem

My Hero Academia: Vigilantes memakai Koichi untuk mempertanyakan batas legalitas, moralitas, serta fungsi hero lisensi. Melalui aksinya sebagai pahlawan jalanan, Koichi menunjukkan bahwa banyak ancaman diselesaikan sebelum sempat masuk radar agensi resmi. Ia tidak menunggu prosedur rumit, tetapi tetap memegang prinsip keselamatan warga. Dari sudut pandang pribadi, saya melihat Koichi bukan sekadar pengganti Deku, melainkan pembuktian bahwa dunia pahlawan membutuhkan berbagai tipe figura, bukan hanya idola panggung besar. Pada akhirnya, Koichi menegaskan bahwa esensi pahlawan sejati muncul dari keberanian bertindak, bahkan ketika sorotan kamera tidak tertuju padanya.

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Umar Raharja

Share
Published by
Umar Raharja

Recent Posts

Jujutsu Kaisen: Kepulangan Yuji & Nasib Aoi Todo

animeflv.com.co – Fenomena Jujutsu Kaisen kembali mengguncang jagat anime dengan kabar lanjutan kisah setelah perang…

1 jam ago

Jujutsu Kaisen: Sekuel Modulo & Kembalinya Harapan

animeflv.com.co – Jujutsu Kaisen kembali menggemparkan fandom lewat sekuel berjudul Modulo. Bukan sekadar kelanjutan cerita,…

22 jam ago

Jujutsu Kaisen: Kebangkitan Baru Yuji Itadori

animeflv.com.co – Jujutsu Kaisen kembali mengguncang jagat manga melalui sekuel berjudul Modulo, menghadirkan kejutan berlapis…

1 hari ago

Regular News: Ledakan Hype Trailer Nippon Sangoku

animeflv.com.co – Regular News kembali memicu percakapan besar di kalangan pecinta anime. Kali ini lewat…

1 hari ago

Jujutsu Kaisen: Saat Adaptasi Anime Gagal di Momen Emas

animeflv.com.co – Jujutsu Kaisen terus melesat sebagai salah satu anime shonen paling populer saat ini.…

2 hari ago

Jujutsu Kaisen: Saat Anime Gagal Menggigit Momen Emas

animeflv.com.co – Musim terbaru Jujutsu Kaisen seharusnya menjadi panggung kemenangan untuk salah satu karakter paling…

2 hari ago