0 0
Jujutsu Kaisen: Saat Adaptasi Anime Gagal di Momen Emas
Categories: Anime Ongoing

Jujutsu Kaisen: Saat Adaptasi Anime Gagal di Momen Emas

Read Time:8 Minute, 5 Second

animeflv.com.co – Jujutsu Kaisen terus melesat sebagai salah satu anime shonen paling populer saat ini. Setiap musim baru selalu dinanti karena menjanjikan aksi brutal, drama emosional, serta perkembangan karakter yang intens. Musim ketiga seharusnya menjadi panggung gemilang bagi Maki Zenin, terutama setelah perjalanan panjangnya sejak awal seri. Namun, ketika salah satu adegan terbaik di manga akhirnya diadaptasi, banyak penggemar justru merasa ada sesuatu yang hilang.

Musim terbaru Jujutsu Kaisen memang menyorot kebangkitan Maki dan paralelnya dengan Toji Fushiguro. Dua sosok tanpa energi kutukan yang mengguncang tatanan dunia para penyihir. Ekspektasi pun memuncak saat studio menggarap momen pamungkas Maki. Sayangnya, eksekusi di anime dinilai tidak sekuat versi manga. Artikel ini membedah mengapa adegan penting itu terasa kurang menggigit, sekaligus melihat apa makna kegagalan adaptasi ini bagi Jujutsu Kaisen secara keseluruhan.

Kebangkitan Maki Zenin di Jujutsu Kaisen

Maki Zenin selalu menjadi karakter yang menarik di Jujutsu Kaisen. Ia lahir tanpa energi kutukan, tumbuh dalam keluarga penyihir elit yang memujat kekuatan magis di atas segalanya. Maki dianggap lemah, dibuang, bahkan dijadikan bahan hinaan. Namun tekad kerasnya memaksa dunia untuk berhenti meremehkan. Dari awal seri, kita sudah melihat tekadnya mematahkan rantai kebencian keluarga Zenin.

Perjalanan Maki bukan sekadar kisah balas dendam. Ini juga kritik terhadap sistem hierarkis dunia Jujutsu Kaisen. Klan bangsawan, garis keturunan, bakat terlahir, semua itu menjadi penjara tak kasat mata bagi banyak karakter. Maki menolak menyerah pada takdir yang sudah dipatok keluarga. Ia memutuskan membangun kekuatan fisik level superhuman, bahkan tanpa bantuan energi kutukan. Itulah yang membuat kebangkitannya terasa istimewa di manga.

Pada titik tertentu, Jujutsu Kaisen memposisikan Maki sebagai titik balik. Bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga bagi struktur kekuasaan klan Zenin. Adegan klimaks yang banyak dipuji di manga memperlihatkan Maki melampaui batas manusia. Gaya bertarungnya tiba-tiba mengingatkan pembaca pada satu nama legendaris: Toji Fushiguro. Momen inilah yang seharusnya menjadi ledakan emosional dan visual ketika diadaptasi ke anime musim ketiga.

Paralel Maki dan Toji: Potensi Besar yang Kurang Maksimal

Toji Fushiguro sudah lama memikat penggemar Jujutsu Kaisen. Ia pembunuh bayaran tanpa energi kutukan, namun mampu menghancurkan penyihir kelas atas. Toji menjadi simbol ancaman bagi sistem yang terlalu mengandalkan bakat bawaan. Ketika manga menempatkan Maki pada jalur yang sama, pembaca langsung menyadari betapa besar makna perubahan tersebut. Posisi Maki bukan lagi sekadar murid berbakat, melainkan pewaris roh pemberontakan Toji.

Paralel Maki dan Toji di manga terasa sangat kuat. Dari cara mereka bergerak, pola serangan, hingga ekspresi dingin saat bertempur. Panel-panelnya menyiratkan bahwa kelahiran sosok “Toji baru” bukan sekadar kebetulan, melainkan kritik lanjutan terhadap klan yang pernah memperlakukan mereka seperti sampah. Adegan inilah yang diharapkan penggemar tersaji dengan intensitas serupa, bahkan lebih brutal, ketika hadir di anime.

Namun adaptasi Jujutsu Kaisen musim ketiga dinilai tidak sepenuh itu memanfaatkan potensi paralel tersebut. Beberapa penggemar mengeluhkan ritme animasi yang tidak sepadat ketegangan di manga. Koreografi serangan terasa kurang menonjolkan kecepatan hampir tak kasat mata milik Maki. Padahal, inti momen itu bukan sekadar darah dan pertarungan, melainkan perwujudan penuh dari transformasi mental serta fisik Maki yang akhirnya setara Toji.

Kenapa Adegan Ikonik Itu Terasa Kurang Menggigit?

Menurut sudut pandang pribadi, masalah terbesar adaptasi adegan itu di Jujutsu Kaisen musim ketiga terletak pada momentum. Manga membangun ketegangan perlahan, lalu meledakkannya melalui komposisi panel dramatis. Setiap gerakan Maki terasa tajam, setiap ekspresi lawan memuat rasa teror. Anime versi terbaru justru tampak terburu-buru. Penggunaan sudut kamera kurang menekan jarak antara Maki dan penonton, sehingga sensasi “ancaman hidup” berkurang. Musik pengiring pun tidak benar-benar menempel di ingatan. Padahal, momen sekelas kelahiran “Toji kedua” butuh dukungan suara, pacing, serta framing yang benar-benar menyatu. Ketika elemen-elemen itu kurang sinkron, adegan yang di atas kertas sangat kuat akhirnya terasa datar di layar.

Bagaimana Adaptasi Anime Kehilangan Esensi Manganya?

Salah satu kekuatan manga Jujutsu Kaisen terletak pada cara Gege Akutami mengatur komposisi panel. Untuk adegan kebangkitan Maki, tiap panel dirancang membangun nuansa sunyi mencekam sebelum kekerasan tiba-tiba meledak. Kontras antara panel kosong, bayangan tebal, serta close-up ekspresi membuat pembaca seakan menahan napas. Ketika Maki mulai bergerak, pembaca merasakan lompatan brutal dari tenang menuju kacau.

Anime seharusnya bisa menggandakan dampak ini melalui gerak, suara, serta warna. Namun pada adaptasi musim ketiga, beberapa transisi terasa terlalu mulus. Padahal momen seperti itu justru membutuhkan potongan kasar atau jeda tegang. Alih-alih, alur pertarungan mengalir tanpa hentakan emosional yang jelas. Hasilnya, penonton sulit merasakan “klik” psikologis yang dirasakan pembaca ketika pertama kali menyaksikan Maki benar-benar lepas kendali.

Selain itu, ekspresi wajah Maki di manga sangat kuat. Tatapan kosong, senyum tipis tanpa emosi, garis-garis wajah yang tampak hampir tidak manusiawi. Semua itu memberi sinyal bahwa ia sudah melintasi batas. Di anime, detail ekspresi sering tereduksi karena keterbatasan produksi. Beberapa frame tampak kurang rapi. Wajah Maki terlihat terlalu lembut untuk momen sekejam itu. Bagi penggemar yang mencintai nuansa kelam Jujutsu Kaisen, perubahan halus seperti ini membuat intensitas emosional terasa menyusut.

Ritme Pertarungan dan Pilihan Penyutradaraan

Ritme pertarungan membawa dampak besar bagi adegan ikonik di Jujutsu Kaisen. Di manga, perpindahan fokus dari satu korban ke korban lain terasa brutal sekaligus cepat. Pembaca nyaris tidak diberi waktu bernapas. Namun jeda halus antara panel justru menciptakan ruang imajinasi. Otak mengisi kekosongan itu dengan kengerian. Pembaca membayangkan sendiri kecepatan Maki, karena banyak serangan tidak tergambar penuh, hanya disiratkan.

Anime terkadang terjebak kebutuhan memperlihatkan semua gerakan secara eksplisit. Akibatnya, adegan yang di manga terasa seperti kilatan super cepat berubah menjadi rangkaian koreografi rapi. Memang tetap keren secara visual, tetapi kehilangan nuansa “tidak terjangkau” yang menyelimuti figur seperti Toji maupun Maki versi manga. Kengerian berkurang ketika setiap serangan bisa diikuti mata penonton dengan nyaman.

Pilihan sudut kamera juga mempengaruhi persepsi kekuatan Maki. Beberapa segmen menempatkan kamera terlalu jauh, sehingga efek tekanan fisik berkurang. Padahal, momen kunci Jujutsu Kaisen menuntut pendekatan intim. Semestinya penonton merasakan seolah-olah berdiri di hadapan Maki, menyaksikan kejamnya pergerakan tubuhnya dari jarak satu langkah. Tanpa kedekatan visual seperti itu, Maki lebih tampak sebagai karakter kuat biasa, bukan bencana berjalan.

Musik, Suara, dan Atmosfer yang Kurang Menggigit

Satu aspek yang sering diremehkan saat membahas adaptasi Jujutsu Kaisen adalah desain suara. Untuk momen kelahiran figur sekelas Toji baru, musik seharusnya tidak hanya keras, tetapi juga mengganggu. Denting senjata, suara langkah, tarikan napas, semua bisa dijadikan senjata atmosfer. Di musim ketiga, musik pengiring terasa generik. Ia mengisi ruang, namun tidak menekan dada penonton. Tidak ada motif melodi spesifik yang melekat sebagai penanda kebangkitan Maki. From sudut pandang pribadi, ini kesempatan besar yang terlewat. Seandainya studio berani mengambil pendekatan lebih minimalis, misalnya menghilangkan musik pada awal pembantaian, lalu tiba-tiba menghantam dengan skor berat saat lawan mulai panik, intensitasnya bisa meningkat tajam. Atmosfer seharusnya memancarkan pesan jelas: Jujutsu Kaisen baru saja melahirkan ancaman kelas monster.

Apa Artinya Bagi Masa Depan Jujutsu Kaisen?

Kegagalan sebagian penggemar menerima adegan tersebut bukan berarti musim ketiga Jujutsu Kaisen sepenuhnya buruk. Masih banyak momen lain yang dieksekusi dengan baik. Namun momen spesifik ini seharusnya menjadi titik sejarah bagi karakter Maki. Ketika titik sejarah itu terasa kurang maksimal, dampaknya merembet ke cara penonton memaknai perkembangan karakternya ke depan. Transformasi yang di manga terasa monumental, di anime tampak seperti loncatan kekuatan biasa.

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai prioritas adaptasi. Apakah produksi lebih menekankan konsistensi visual keseluruhan musim, alih-alih mengalokasikan sumber daya ekstra untuk satu dua adegan kunci? Penggemar Jujutsu Kaisen cenderung mengingat momen puncak, bukan rata-rata kualitas episode. Jika adegan puncak saja tidak menembus batas, musim tersebut berisiko terlihat biasa saja meski stabil di titik lain.

Dari sudut pandang penggemar sekaligus penikmat adaptasi manga ke anime, kasus ini menjadi pengingat bahwa kesetiaan pada naskah bukan satu-satunya faktor. Secara garis besar, adegan itu tetap mengikuti alur manga. Dialog utama hadir, urutan peristiwa juga sama. Namun rasa yang dihasilkan berbeda jauh. Adaptasi seharusnya berani menafsirkan ulang, mencari medium-specific impact. Ketika anime hanya mengejar reproduksi panel, tanpa menambah nilai melalui suara, cahaya, serta ritme, potensi Jujutsu Kaisen sebagai karya lintas medium terasa belum digunakan sepenuhnya.

Harapan untuk Adaptasi Arc Berikutnya

Terlepas dari kritik, Jujutsu Kaisen masih memegang modal kuat. Basis penggemar besar, materi sumber kaya, serta reputasi studio yang tetap dihormati. Kegagalan mengeksekusi satu adegan bukan akhir segalanya. Justru bisa menjadi cermin untuk memperbaiki pendekatan pada arc selanjutnya. Apalagi konflik di masa depan akan menyajikan momen-momen yang bahkan lebih kelam dan kompleks secara emosional.

Untuk arc mendatang, harapan terbesar ialah keberanian produksi mengambil risiko. Bukan hanya mengandalkan sakuga sesaat, tetapi membangun tensi emosional melalui pacing yang lebih berani. Membiarkan keheningan berbicara. Memberikan ruang bagi penonton merasakan beratnya keputusan karakter, bukan hanya melihat dampak fisiknya. Jujutsu Kaisen punya banyak tokoh tragis yang membutuhkan pendekatan seperti itu, tidak sekadar aksi cepat.

Khusus Maki, masih ada cukup ruang mengembalikan wibawa sosoknya di mata penonton anime. Adegan-adegan berikutnya bisa ditekan lebih kuat sisi psikologisnya. Penonton perlu diyakinkan bahwa ia bukan sekadar petarung kuat, tetapi juga produk pahit dari struktur dunia yang bobrok. Jika anime mampu menggali luka serta amarah Maki lebih dalam, bayangan Toji akan terasa lagi. Mungkin bukan melalui pertarungan yang sudah terlewat, melainkan lewat bagaimana ia memilih melangkah ke depan.

Refleksi: Ketika Ekspektasi dan Kenyataan Tidak Bertemu

Pada akhirnya, reaksi kecewa terhadap satu adegan di Jujutsu Kaisen musim ketiga juga memperlihatkan satu hal penting: betapa tingginya standar yang kita pasang untuk seri ini. Manga berhasil membangun ekspektasi melalui momen-momen ikonik, sehingga adaptasi anime menanggung beban besar. Ketika beban itu tidak terangkat sepenuhnya, kekecewaan pun tidak terelakkan. Namun dari sudut pandang pribadi, rasa kecewa tidak selalu hal buruk. Ia menandakan keterikatan emosional yang kuat terhadap cerita, karakter, serta dunia Jujutsu Kaisen. Justru di sana letak keindahannya. Karya besar selalu mengundang perdebatan, kritik, dan diskusi panjang. Semoga di masa depan, anime ini mampu kembali mengejutkan, bukan hanya melalui pertarungan keren, tetapi juga lewat momen sunyi yang membuat kita kembali ingat mengapa jatuh cinta pada Jujutsu Kaisen sejak awal.

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Umar Raharja

Share
Published by
Umar Raharja

Recent Posts

Jujutsu Kaisen: Kepulangan Yuji & Nasib Aoi Todo

animeflv.com.co – Fenomena Jujutsu Kaisen kembali mengguncang jagat anime dengan kabar lanjutan kisah setelah perang…

1 jam ago

Jujutsu Kaisen: Sekuel Modulo & Kembalinya Harapan

animeflv.com.co – Jujutsu Kaisen kembali menggemparkan fandom lewat sekuel berjudul Modulo. Bukan sekadar kelanjutan cerita,…

22 jam ago

Jujutsu Kaisen: Kebangkitan Baru Yuji Itadori

animeflv.com.co – Jujutsu Kaisen kembali mengguncang jagat manga melalui sekuel berjudul Modulo, menghadirkan kejutan berlapis…

1 hari ago

Regular News: Ledakan Hype Trailer Nippon Sangoku

animeflv.com.co – Regular News kembali memicu percakapan besar di kalangan pecinta anime. Kali ini lewat…

1 hari ago

Jujutsu Kaisen: Saat Anime Gagal Menggigit Momen Emas

animeflv.com.co – Musim terbaru Jujutsu Kaisen seharusnya menjadi panggung kemenangan untuk salah satu karakter paling…

2 hari ago

Jujutsu Kaisen: Saat Momen Emas Maki Kurang Berkilau

animeflv.com.co – Jujutsu Kaisen terus melambung sebagai salah satu anime shonen paling berpengaruh beberapa tahun…

2 hari ago